PENGARUH PEMBERIAN SUMBER KARBON ORGANIK YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DENGAN SISTEM BIOFLOK DALAM WADAH TERKONTROL

ABDULLAH, SUMIATI (2021) PENGARUH PEMBERIAN SUMBER KARBON ORGANIK YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DENGAN SISTEM BIOFLOK DALAM WADAH TERKONTROL. Sarjana thesis, Universitas Khairun.

[thumbnail of a. Cover Muka.pdf] Text
a. Cover Muka.pdf - Published Version

Download (87kB)
[thumbnail of C. ABSTRAK INDO-INGRRIS.pdf] Text
C. ABSTRAK INDO-INGRRIS.pdf - Published Version

Download (88kB)
[thumbnail of E. BAB I.pdf] Text
E. BAB I.pdf - Published Version

Download (88kB)
[thumbnail of J. DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
J. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (164kB)

Abstract

Udang vaname merupakan udang introduksi yang secara resmi ditetapkan sebagai salah satu komoditas unggulan perikanan budidaya oleh mentri DKP pada tahun 2001, dan sejak itu perkembangan budidaya sangat cepat. Selain indonesia, negara-negara yang telah mengembangkan udang vaname antara lain, china, Taiwan dan Thailand. Teknologi bioflok (BFT) merupakan salah satu arternatif baru dalam mengatasi masalah kualitas air dalam akuakultur yang diadaptasi dari teknik pengolahan limbah domestik secara konvensional (Avnimelech 2006; De Schrver et al. 2008). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September-November 2020 di Laboratorium Basah Kastela Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Khairun, Kota Ternate. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sumber karbon organik yang berbeda terhadap pertumbuhan udang vaname dengan sistem bioflok. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yang terdiri dari empat taraf perlakuan dengan tiga kali ulangan. Adapun yang digunakan pada penambahan sumber karbon yang berbeda yaitu: a) Penambahan sumber karbon dari molase, b) Penambahan sumber karbon dari ampas agu, c) penambahan sumber karbon dari dedak padi dan d) Tanpa pemberin karbon (kontrol). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tersebut tidak berbeda nyata dan nilai tertinnggi yaitu molase pada media pemeliharaan yang menghasilkan pertumbuhan harian sebesar 0,542 g, pertumbuhan mutlak 48,35 g, laju pertumbuhan spesifik yang tertinggi (dedak padi) 0,073 %, sintasan 93,33 (molase dan ampas sagu) dan rasio konversi pakan 0,311 (dedak padi). Parameter kualitas air seperti suhu pada semua perlakuan berkisr antara 28-29 °C, pH berkisar antara 7-8, oksigen terlarut berkisar antara 5 mg/L, dan salinitas berkisar antara 23-25 ppt. Kata kunci : Udang vaname, bioflok, pertumbuhan

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: V Naval Science > V Naval Science (General)
Divisions: Fakultas > Perikanan Budidaya Perairan
Fakultas > Perikanan Budidaya Perairan
Fakultas > Perikanan Budidaya Perairan
Depositing User: Yurni Naser
Date Deposited: 27 Feb 2023 06:56
Last Modified: 27 Feb 2023 06:56
URI: http://digilib.unkhair.ac.id/id/eprint/2977

Actions (login required)

View Item View Item