KONDISI DAN DISTRIBUSI LAMUN (Seagrass) DI PULAU TERNATE PROVINSI MALUKU UTARA

FATARUBA, RASMI (2021) KONDISI DAN DISTRIBUSI LAMUN (Seagrass) DI PULAU TERNATE PROVINSI MALUKU UTARA. Diploma thesis, Universitas Khairun.

[thumbnail of a. Cover muka.pdf] Text
a. Cover muka.pdf - Published Version

Download (93kB)
[thumbnail of c. Abstrak bhs Indonesia & bahasa Inggris.pdf] Text
c. Abstrak bhs Indonesia & bahasa Inggris.pdf - Published Version

Download (86kB)
[thumbnail of e. BAB I.pdf] Text
e. BAB I.pdf - Published Version

Download (160kB)
[thumbnail of j. DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
j. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (169kB)

Abstract

DAFTAR PUSTAKA Abdul, S. 2016. Konservasi Lamun untuk Keberlanjutan Sumberdaya Ikan di Perairan Pesisir Indonesia. Kelautan. 16(1): 56-65. Alhanif, R. 1996. Struktur Komunitas Lamun dan Kepadatan Perifiton pada Padang Lamun di Perairan Pesisir Nusa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Povinsi Bali [Skripsi]. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan. Institut Pertanian Bogor. Bogor. 96 hlm. Andriani, N. 2014. Analisis Kelompok dan Tutupan Lamun di Wilayah Trismades Desa Malang Rapat Kecamatan Gunung Kijang Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau. [Skripsi]. Universitas Maritim Raja Ali Haji. Azkab, M.H. 1999. Pedoman Inventarisasi Lamun. Oceana. Balitbang Biologi Laut, Puslitbang Oseanologi-LIPI, Jakarta. 24 (1): 1-16. Azkab, M.H. 2001. Penggunaan Inderaja Pada Padang Lamun. Oseana, 26 (2): 9-16. Azkab, M.H. 2006. Ada Apa dengan Lamun. Oseana, 31 (3): 45-55. Badan Pusat Statistik [BPS]. 2018. Statistik Maluku Utara. 398 hlm. Bengen, D. G. 2001. Ekosistem dan sumberdaya alam pesisir dan laut. Synopsis. Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan, Intitut Pertanian Bogor. Bogor. 62 hlm. Dahuri R, Rais J, Ginting SP & Sitepu MJ. 2001. Pengelolaan sumberdaya wilayah pesisir dan lautan secara terpadu. Pradnya Paramita. Jakarta. 305 hlm. Dahuri R. 2003. Keanekaragaman hayati laut, aset pembangunan berkelajutan Indonesia. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. 412 hml. Dahuri, R. 2004. Persepektif ekonomi, sosial dan lingkungan:. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. Den Hartog, C. 1970. The seagrasses of the world. North Holland Publ. Co. Amsterdam: 275 pp. Djainal, H. 2005, Reklamasi pantai dan pengaruhnya terhadap lingkungan fisik diwilayah kepesisiran kota Ternate, (tesis). MPKD-UGM: Jogjakarta. 240 hlm. Effendi, H., 2003.Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan Perairan. Penerbit Kanisius : Yogyakarta. 258 Hal. Fachrul, M. F., 2007. Metode Sampling Bioekologi. PT Bumi Aksara : Jakrarta 208 Hal. Gosari, B. A. J., Haris, A., 2012. Studi Kerapatan dan Penutupan Jenis Lamun di Kepulauan Spermonde. Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan. 22 (3) : 162 – 256. 55 Hardiyanti, Sri, Muh. Ruslan Umar, dan Dody Priosambodo.2014. Analisis Vegetasi Lamun Di Perairan Pantai Mara’bombang Kabupaten Pinrang. Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Hasanuddin, Makassar. 66 hlm. Harpiansyah., 2014. Struktur Komunitas Padang Lamun di perairan Desa Pengudang Kabupaten Bintan. [Skripsi] Universitas Maritim Raja Ali Haji. Hitalessy, R. B., Amin, S. L., Endang, Y. H., 2015. Struktur Komunitas Dan Asosiasi Gastropoda Dengan Tumbuhan Lamun di Perairan Pesisir Lamongan Jawa Timur. Jurnal-PAL. 6 (1) : 1671 – 2338. Hutomo, M., Nontji, A., 2014. Panduan Monitoring Padang Lamun. Jakarta: COREMAP CTI LIPI. viii+37 hlm. Kawaroe, M., A.H. Nugraha, Juraij, and I.A. Tasabaramo. 2016. Seagrass biodiversity at three marine ecoregions of Indonesia: Sunda Shelf, Sulawesi Sea, and Banda Sea. Biodiversitas, 17(2):585-591. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 200 tahun 2004 tentang Kriteria Baku dan Pedoman Penentuan Status Padang Lamun. 16 hlm. Kiswara, W. 2004. Kondisi Padang Lamun (seagrass) di Teluk Banten 1998- 2001. Pusat Penelitian dan Pengembangan Oseanologi-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Jakarta. xii+33 hlm. Kiswara. 2000. Struktur komunitas padang lamun perairan Indonesia. In: Inventarisasi dan evaluasi potensi laut-pesisir, geologi, kimia, biologi, dan ekologi. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Jakarta. p.54-61. Kordi, K., Ghufran., 2011. Ekosistem Lamun (seagrass) fungsi, potensi pengelolaan. Rineka Cipta: Jakarta. 191 Hal. Kuo, J. 2007. New monoecious seagrass of Halophila sulawesii (Hydrocharitaceae) from Indonesia. Aquatic Botany, 87; 171-175. Kuo, J. and C. den Hartog. 2001. Seagrass taxonomy and identification key. In: Short F.T and R.G Coles (eds). Global seagrass research methode. Elsevier. Amsterdam. 58 p. McKenzie, L. J., 2003. Guidelines for The Rapid Assessment and Mapping of Tropical Seagrass Habitats. The State of Queensland. Department of Primary Industries. 40 Hal. McKenzie, L., 2008. Seagrass Watch. Prosiding of Workshop for Mapping Seagrass Habitats in North East Arnhem Land, Northern Territory. 18 (20) : 9 – 16. Hal. Nainggolan, P. 2011. Distribusi Spasial dan Pengelolaan Lamun (seagrass) di Teluk Bakau, Kepulauan Riau, Bogor: Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Institute Pertanian Bogor. 95 hlm. 56 Nontji, A., 2005. Laut Nusantara. Djambatan. Jakarta. 368 Hal. Nur, M. A. 2004. Distribusi Spasial Lamun dan Kaitannya dengan Faktor Oseanografi serta Preferensi Lamun Terhadap Substrat di Perairan Pulau Kodingareng, Kota Makassar. Skripsi (tidak dipublikasikan). Jurusan Ilmu Kelautan. UNHAS. Makassar. Nybakken, JW. 1992. Biologi Laut : Suatu Pendekatan Ekologi. Jakarta: PT Gramedia. 549 hlm. Oktawati, N.O., Sulistianto, E., Fahrizal, W., & Maryanto, F. (2018). Nilai Ekonomi Ekosistem Lamun Di Kota Bontang. EnviroScienteae, 14 (3) : 228-236. Phillips, RC. and EG. Menez 1988. Seagrasses. Smithsonion Institution Press. Washington D.C.: 104 pp. Poedjirahajoe, E., N.P.D. Mahayani, B.R. Sidharta dan M. Salamuddin. 2013. Tutupan lamun dan kondisi ekosistemnya di Kawasan Pesisir Madasanger, Jelenga, dan Maluk Kabupaten Sumbawa Barat. J. Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 5(1):36-46. Ramili, Y. 2018. Struktur dan Asosiasi Jenis Lamun di Perairan Pulau-Pulau Hiri, Ternate. Maitara, dan Tidore, Maluku Utara. J. Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis. 10 (3) : 651-665. Rifai, H., Patty, I., Simon., 2013. Struktur Komunitas Padang Lamun di Perairan Pulau Mantehage Sulawesi Utara. Jurnal Ilmiah Platax.1 (4) : 177 – 186. Riniatsih, I., 2016. Distribusi Jenis Lamun Dihubungkan dengan Sebaran Nutrien Perairan di Padang Lamun Teluk Awur Jepara. Jurnal Kelautan Tropis 19 (2): 101–107. Ruswahyuni., 2008. Relationship Between Abundance of Meiofauna in the Density Level of Different Sea Grass in Panjang Island Beach Jepara. Jurnal Saintek Perikanan 4 (1) 35 – 41. Septian. E. A. 2016. Tingkat Kerapatan Dan Penutupan Lamun Di Perairan Desa Sebong Pereh, Bintan. [Skripsi]. Universitas Maritim Raja Ali Haji. Sjafrie, NDM, Udhi Eko Hernawan, Bayu Prayudha, Indarto Happy Supriyadi, Marindah Yulia Iswari, Rahmat, Kasih Anggraini, Susi Rahmawati, Suyarso. 2018. Status Padang Lamun Indonesia-Ver.02. Pusat Penelitian Oseanografi- LIPI, Jakarta. 40 pp. Subur, R. 2013. Struktur komunitas dan asosiasi lamun (seagrass) di perairan Pantai Rua Pulau Ternate. J. Biologi Tropis, 13(1):67-75. Subur, R., F. Yulianda, S.B. Susilo, dan A. Fachrudin. 2011. Kapasitas adaptif ekosistem lamun (Seagrass) di gugus Pulau Guraici Kabupaten Halmahera Selatan. J. Agrisains, 12(3):207-215. 57 Susetiono. 2004. Fauna padang lamun tanjung merah selat lembeh. Pusat penelitian oseanografi lembaga ilmu pengetahuan indonesia (P2O-LIPI), Jakarta. 106 hlm. Takaendengan K, Azkab MH. 2010. Struktur Komunitas Lamun di Pulau Talise, Sulawesi Utara. Oseanologi dan Limnologi. 36(1): 85-95. Tangke, Umar. 2010. Ekosistem Padang Lamun (Manfaat, Fungsi dan Rehabilitasi). Jurnal Ilmiah agribisnis dan Perikanan (agrikan UMMU Ternate), 3(1):9-29. Tuwo, A., 2011. Pengelolaan Ekowisata pesisir dan Laut. Brilian Internasional: Sidoarjo. 412 Hal. Vibol, O., S. Nam, L. Puy, and P.S. Wath. 2010. Seagrass diversity and distribution in coastal area of Kampot Province, Cambodia. International J. of Environmental And Rural Development, 1(2):112-117. Waycott, M., K. McMahon, J. Mellors, A. Calladine, and D. Kleine, 2004. A Guide to Tropical Seagrasses of the Indo-West Pacific. James Cook University, Townsville-Queensland-Australia. 22(3): 156-162. Yunus. I, Sahami. F.M, dan Hamzah. S. N. 2014. Komposisi Jenis, Kerapatan, Keanekaragaman, Dan Pola Sebaran Lamun (Seagrass) Di Perairan Teluk Tomini Kelurahan Leato Selatan Kota Gorontalo. [Tesis]. Universitas Negeri Gorontalo. 65 hlm. Zieman, J.C., J.W. Fourqurean, R.L. Iverson. 1989. Distribution, abundance and productivity of seagrass and macroalgae in Florida Bay. Bulletin of marine science, 44(1): 292-311.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: V Naval Science > V Naval Science (General)
Divisions: Fakultas > Perikanan Manajemen Sumberdaya Perairan
Fakultas > Perikanan Manajemen Sumberdaya Perairan
Fakultas > Perikanan Manajemen Sumberdaya Perairan
Depositing User: Yurni Naser
Date Deposited: 17 Mar 2023 01:42
Last Modified: 17 Mar 2023 01:42
URI: http://digilib.unkhair.ac.id/id/eprint/2995

Actions (login required)

View Item View Item