PATOGENITAS BAKTERI Vibrio parahaemolyticus DENGAN KONSENTRASI BERBEDA DAN HISTOPATOLOGI OTOT UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei)

JUIN, SRIHARTATI (2022) PATOGENITAS BAKTERI Vibrio parahaemolyticus DENGAN KONSENTRASI BERBEDA DAN HISTOPATOLOGI OTOT UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei). Sarjana thesis, UNIVERSITAS KHAIRUN.

[thumbnail of A. COVER.pdf] Text
A. COVER.pdf - Published Version

Download (94kB)
[thumbnail of D. ABSTRAK.pdf] Text
D. ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (91kB)
[thumbnail of E. BAB I.pdf] Text
E. BAB I.pdf - Published Version

Download (92kB)
[thumbnail of J. DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
J. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (179kB)

Abstract

Penyakit AHPND (Acute hepatopancreatic necrosis disease) merupakan penyakit yang telah mengakibatkan kegagalan usaha budidaya udang vaname diberbagai sentra produksi pengembangan udang vaname. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Vibrio parahaemolyticus. Kemunculan serangan penyakit ini sangat berhubungan erat dengan kemampuan infeksi bakteri patogen, yang dapat menimbulkan dampak pada organ vital udang vaname yang ditandai dengan terjadinya kerusakan organ dan jaringan sel terutama pada organ hepatopankreas dan otot. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat patogenitas bakteri Vibrio parahaemolyticus, untuk mengetahui konsentrasi jumlah bakteri Vibrio parahaemolyticus yang menimbulkan kerusakan jaringan otot dan untuk melihat tingkat kerusakan jaringan otot udang vaname. Penelitian ini menggunakan metode eksprimental dengan rancangan penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan 1 kontrol dan 3 kali ulangan konsentrasi bakteri (104 CFU/ml, 106 CFU/ml dan 108 CFU/ml ). Dari hasil penelitian, tingkat kematian tertinggi pada perlakuan A dengan pesentasi 73,33%, dan untuk perlakuan B tingkat kematian sebesar 53,33%, sedangkan tingkat kematian pada perlakuan C sebesar 33,33%, hal tersebut menunjukkan bahwa bakteri Vibrio parahaemolyticus dapat menyebabkan kematian pada udang vaname hingga 100%. Dari hasil pengamatan uji patogenitas tingkat kematian terendah yaitu pada perlakuan D (Kontrol) tanpa penambahan bakteri, dengan tingkat kematian 00,00%. Hasil pengamatan histologi udang vaname menunjukkan bahwa tingkat kerusakan tertinggi pada perlakuan A, jaringan otot mengalami kerusakan yang cukup parah, hal ini terlihat dengan terjadinya degenerasi, nekrosis, dan adanya infiltrasi sel radang pada jaringan otot, sedangkan pada perlakuan D (kontrol) masih normal. Kata kunci : Udang vaname, Vibrio parahaemolyticus, AHPND dan Histpatologi Otot.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: V Naval Science > V Naval Science (General)
Divisions: Fakultas > Perikanan Budidaya Perairan
Fakultas > Perikanan Budidaya Perairan
Fakultas > Perikanan Budidaya Perairan
Depositing User: Unnamed user with username yurni
Date Deposited: 10 Nov 2023 06:34
Last Modified: 10 Nov 2023 06:34
URI: http://digilib.unkhair.ac.id/id/eprint/3605

Actions (login required)

View Item View Item