LA NDORU, RUSNIANTI (2024) PENERAPAN PRINSIP HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) PRODUK KOPI REMPAH DI UMKM TERNATE. Sarjana thesis, Universitas Khairun.
|
Text
1. COVER .pdf - Published Version Download (22kB) |
|
|
Text
3. ABSTRAK .pdf - Published Version Download (187kB) |
|
|
Text
5. BAB I.pdf - Published Version Download (188kB) |
|
|
Text
10. DAFTAR PUSTAKA .pdf - Published Version Download (320kB) |
|
|
Text
SKRIPSI.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Kopi merupakan komoditi perkebunan utama di Indonesia dimana produk sekundernya yaitu kopi bubuk yang saat ini digemari oleh masyarakat. Kopi mengandung kafein, yang dalam dosis rendah dapat mengurangi rasa lelah dan membuat pikiran menjadi segar. Kopi adalah minuman hasil seduhan biji kopi yang telah disangrai dan dihaluskan menjadi bubuk. Merupakan salah satu komoditas di dunia yang dibudidayakan lebih dari 50 negara. Dua varietas pohon kopi yang dikenal secara umum yaitu Kopi Robusta ( Coffeacanephora) dan Kopi Arabika (Coffea arabica). HACCP merupakan suatu sistem yang berdasar pada kesadaran dan perhatian bahwa bahaya akan timbul pada setiap titik atau tahap produksi. HACCP juga merupakan salah satu bentuk manajemen resiko yang dilakukan untuk menjamin keamanan pangan dengan pendekatan preventive atau pencegahan. Penelitian ini menggunakan metode non eksperimental dengan deskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah Home industry Ifamoy, Pakesang, dan Kopra (Kopi Rampah). Hasil menunjukan UMKM Ifamoy terdapat batas kritis ditetapkan pada bahaya fisik, biologi dan kimia, saat proses pencampuran dan pengemasan dengan tingkat peluang (Sedang) namun dari pihak home industry sudah melakukan pencegahan. UMKM Pakesang terdapat batas kritis di tetapkan pada bahaya fisik, biologi dan kimia, saat proses penggilingan dan pengemasan. dengan tingkat peluang (Sedang) namun dari pihak home industry sudah melakukan pencegahan. Pada UMKM Ifamoy, Pakesang dan Kopra (Kopi Rampah) belum memiliki sertifikat HACCP dan proses pembuatan kopi rempah hampir memenuhi 7 prinsip HACCP. Berdasarkan analisis bahaya pada keamanan pangan dengan prinsip HACCP sederhana pada home industry atau UMKM Ifamoy dari hasil penerapan komponen dapat di simpulkan presentasenya yaitu penanganan bahan metah 100%, pemilihan bahan baku 100%, persiapan 71%, pegolahan 100% dan penyajian 100%. Berdasarkan analisis bahaya pada keamanan pangan dengan prinsip HACCP sederhana pada home industry atau UMKM Pakesang dari hasil penerapan komponen dapat di simpulkan presentasenya yaitu penanganan bahan metah 100%, pemilihan bahan baku 100%, persiapan 100%, pegolahan 75% dan penyajian 100%. Kata kunci : Kopi Rempah, HACCP, UMKM Ternate
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Fakultas > Pertanian Teknologi Hasil Pertanian Fakultas > Pertanian Teknologi Hasil Pertanian Fakultas > Pertanian Teknologi Hasil Pertanian |
| Depositing User: | Rini R. Thalib |
| Date Deposited: | 02 Feb 2026 07:34 |
| Last Modified: | 02 Feb 2026 07:34 |
| URI: | http://digilib.unkhair.ac.id/id/eprint/6605 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

