Ibrahim, Alfatah Hi. (2022) ASPEK SOSIOKULTURAL PADA FENOMENA PERCERAIAN DI KOTA TERNATE. Sarjana thesis, UNIVERSITAS KHAIRUN.
Text
COVER.pdf - Published Version Download (64kB) |
|
Text
ABSTRAK INDONESIA DAN INGGRIS.pdf - Published Version Download (83kB) |
|
Text
BAB I.pdf - Published Version Download (168kB) |
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (140kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang perkawinan dan perceraian di Kota Ternate tahun 2020 serta faktor-faktor yang melatarbelakangi tingginya angka perceraian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan di Kota Ternate. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumen, observasi dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan cara reduksi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pernikahan menurut ketentuan Agama Islam dilakukan dengan mengikuti ketentuan-ketentuan sah pernikahan seperti adanya dua wali, dua saksi yang adil, mahar, serta ijab dan qobul. Sedangkan dalam ketentuan Negara pernikahan dilakukan dengan memenuhi beberapa persyaratan administratif misalnya kedua mempelai harus menyiapkan Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP), personalitas dan identitas wali, kedua pasangan yang mau menikah minimal harus berusia di atas 20 tahun sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku saat ini. Adapun faktor yang mendorong seseorang untuk menikah umumnya didasarkan pada rasa saling menyukai antar laki-laki dan perempuan sehingga memutuskan untuk melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius atau menikah. Terdapat juga faktor perjodohan yang dilakukan oleh kedua orang tua terhadap anak-anaknya sehingga menyebabkan terjadinya pernikahan. Dalam konteks kultur, persoalan pernikahan dalam adat Ternate dapat dibedakan menjadi lima jenis, yakni Kai lahi setiafo, Kai Wosa Suba, Kai Masibiri, Kai Kufu, dan Kai Sicoho. Sedangkan menyangkut perceraian, ketentuannya mengacu pada hukum syariat islam. Hal ini dikarenakan sejumlah responden yang diteliti hampir rata-rata beragama islam. Terdapat faktor internal yang mempengaruhi terjadinya perceraian misalnya adanya ketidakharmonisan dalam rumah tangga, perselingkuhan. Sedangkan faktor eksternal berkaitan dengan pihak ketiga yang bisa saja datang dari kasus perselingkuhan maupun faktor ketidaksukaan mertua. Adapun faktor yang khusus dan sering memicu perceraian adalah faktor ekonomi keluarga yang memprihantinkan. Covid-19 tahun 2020 juga memiliki dampak secara langsung dalam kasus perceraian khususnya di Kota Ternate tetapi tidak terlalu signifikan. Kata Kunci: Fenomena, Perkawinan, Perceraian
Item Type: | Thesis (Sarjana) |
---|---|
Subjects: | P Language and Literature > P Philology. Linguistics P Language and Literature > Indonesian literature |
Divisions: | Fakultas > Ilmu Budaya Antropologi Fakultas > Ilmu Budaya Antropologi Fakultas > Ilmu Budaya Antropologi |
Depositing User: | Unnamed user with username yurni |
Date Deposited: | 14 Sep 2023 04:51 |
Last Modified: | 14 Sep 2023 04:51 |
URI: | http://digilib.unkhair.ac.id/id/eprint/3393 |
Actions (login required)
View Item |