ZUBAIR, M. RISKY (2024) ANALISIS KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN FAUNA VEGETASI MANGROVE GURAPING. Sarjana thesis, UNIVERSITAS KHAIRUN.
|
Text
1. COVER.pdf - Published Version Download (219kB) |
|
|
Text
3. ABSTRACT .pdf - Published Version Download (368kB) |
|
|
Text
5. BAB I.pdf - Published Version Download (290kB) |
|
|
Text
10. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (309kB) |
Abstract
ABSTRAK M Risky Zubair. NPM 05181911013.Analisis Kelimpahan Dan Keanekaragaman Fauna Vegetasi Mangrove Guraping. Dibimbing oleh Ikbal Marus S.P, M.Si dan Dr Nurhalis Wahidin S.Pi, M.Se. Habitat mangrove merupakan daerah yang cocok untuk kehidupan fauna laut karena ekosistem mangrove merupakan daerah perairan dan penghubung antara lingkungan darat dan lingkungan perairan. Sebagai habitat yang cocok untuk kehidupan berbagai jenis fauna, maka tentunya pada kawasan ekosistem mangrove juga memiliki tingkat keanekaragaman jenis fauna yang berbeda. Kawasan hutan mangrove yang terdapat di Desa Guraping, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara, merupakan salah satu kawasan dengan sebaran mangrove yang tumbuh secara alami dengan luas sekitar 151,3 ha. Keberadaan mangrove Guraping merupakan daerah penyangga bagi biota lain di sekitarnya menjadi salah satu indikator nilai dan manfaat ekonomi mangrove dalam menunjang kelangsungan perikanan. Pengambilan data di lapangan untuk data makrozoobentos menggunakan metode line transek, Masing-masing stasiun dibuat 3 garis transek sepanjang ± 40-50 m(menyesuikan dengan Kondisi Lapangan). Setiap transek terdiri dari 3 plot dengan ukuran 1x1 m dan jarak antar plot 10 m. Pengambilan data fauna aquatik dilakukan saat kondisi surut. Sampel yang berada diatas substrat maupun yang menempel pada akar mangrove (berada didalam mangrove) diambil seluruhnya diambil menggunakan tangan. Pengambilan data ikan di lokasi penelitian, dengan menggunakan Jaring, dengan Ukuran 2,-2,5 3 Inch di bentangkan di areal luar dekat hutan mangrove. Pengambilan data ikan ini dilakukan pada saat air bergerak pasang sampai surut baru di ambil data . ikan yang terjerat di identifikasi dan dihitung jumlahnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu point count. Pengamatan burung dilakukan pada 1 titik pengamatan (spot) pada kawasan wisata mangrove. Pengamatan dilakukan pada pagi hari pukul 06.00-09.00 WIT dan sore hari pukul 16.00-18.00 WIT pada kawasan wisata mangrove selama 7 hari pengambilan. Hasil penelitian diperoleh Fauna Teresterial (aves) terdapat 17 jenis burung memiliki nilai keanekaragaman yaitu 2.378. Sedangkan untuk Fauna Aquatik (Makrozoobentos) pada stasiun 1 memiliki nilai keanekaragaman yaitu 1.4811, nilai dominansi 0.2479. Kata Kunci : Mangrove, Makrozoobentos, Aquatik, Terasterial. ABSTRACT M Risky Zubair. NPM 05181911013.Analysis of Abundance and Diversity of Mangrove Vegetation. Guided by Ikbal Marus S.P, M.Si and Dr. Nurhalis Wahidin S.Pi, M.Se Mangrove habitat is an area suitable for marine fauna life because the mangrove ecosystem is an aquatic area and a link between the terrestrial environment and the aquatic environment. As a habitat suitable for the life of various types of fauna, of course, the mangrove ecosystem area also has a different level of diversity of fauna types. The mangrove forest area located in Guraping Village, North Oba District, Tidore Islands City, North Maluku Province, is one of the areas with a natural distribution of mangroves with an area of about 151.3 ha. The existence of the Guraping mangrove is a buffer area for other biota around it, becoming one of the indicators of the value and economic benefits of mangroves in supporting the continuity of fisheries. Data collection in the field for macrozoobentos data uses the transect line method, Each station is made 3 transect lines along a ± of 40-50 m (adjusting to field conditions). Each transect consists of 3 plots with a size of 1x1 m and a distance between plots of 10 m. Aquatic fauna data collection was carried out during low conditions. Samples that are on the substrate or attached to the mangrove roots (located in the mangrove) are taken entirely by hand. Fish data collection at the research site, using nets, with a size of 2.-2.5 3 inches was spread out in an outdoor area near the mangrove forest. The data collection of this fish is carried out when the water moves until the tide is low before the data is taken. The entangled fish are identified and counted. The method used in this study is point count. Bird observation was carried out at 1 observation point (spot) in the mangrove tourism area. Observations were carried out in the morning at 06.00-09.00 WIT and in the afternoon at 16.00-18.00 WIT in the mangrove tourism area for 7 days of collection. The results of the study obtained Tersterial Fauna (aves) there were 17 species of birds with a diversity value of 2,378. Meanwhile, Aquatic Fauna (Macrozoobentos) at station 1 has a diversity value of 1.4811, a dominant value of 0.2479. Keywords: Mangrove, Macrozoobentos, Aquatic, Terresterial.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | V Naval Science > V Naval Science (General) |
| Divisions: | Fakultas > Perikanan Ilmu Kelautan Fakultas > Perikanan Ilmu Kelautan Fakultas > Perikanan Ilmu Kelautan |
| Depositing User: | Unnamed user with username yurni |
| Date Deposited: | 18 Aug 2026 06:55 |
| Last Modified: | 18 Aug 2026 06:55 |
| URI: | http://digilib.unkhair.ac.id/id/eprint/6814 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
